August 9, 2009

Menjadi Kaum Minoritas


Well, judul tulisan gue ini udah menceriminkan banget apa yang bakal gue ceritain disini. Pernah gak lo ngerasain menjadi minoritas ? Mungkin dulu pas jaman SD, dikala temen-temen lo semua udah pake backpack yang ada roda nya yang bisa di dorong-dorong dan lo masih pake tas ransel ber-retsleting bekas kakak lo dulu. Mungkin pas kuliah, sobat-sobat lo punya mobil atau motor yang selalu dibawa-bawa kemana-mana sedangkan lo masih tetap jadi penumpang setia busway, kopaja dan teman-temannya. Atau mungkin saat lo menjadi seorang perokok pasiv di antara temen nongkrong lo yang semuanya perokok aktiv. Atau, lo simply pengguna nomor XL, dimana rata-rata temen-temen lo pengguna IM3. Ya, minoritas. Sekecil apapun bentuknya gue rasa lo pernah ngerasain. Buat yang belom pernah, well, seems like you don't know what is the real life.

Sekarang ini gue ngerasain jadi minoritas. Dan sepertinya kasus gue ini cukup serius ketimbang beberapa kasus-kasus yang gue sebutkan sebelumnya. Ras dan Agama.

Rasis, memang, pembicaraan gue kali ini, tapi hey, ini blog gue, kalo lo gak suka ya simply gak usah baca, dan kalo lo mau ya lo tulis aja di blog lo sendiri.

Gue hidup di Jerman, dimana 90 persen manusia disini adalah that-so-called-'bule'. Sampai saat ini gue personally belum pernah dapet masalah disini karena gue kaum minoritas. Tapi beberapa temen gue udah pernah ngerasain 'pahit'nya jadi minoritas. Ada yang disusahin untuk dapet kerja dengan seribu alesan yang lama-lama makin gak masuk akal. Ada yang dianggep aneh dan gak di ajak ngobrol sepanjang perjalanan. Macem-macem lah pokonya. Ya mau gimana lagi, memang kita disini kaum minoritas, tapi hey! Kita gak lebih rendah dari bule bule itu kok. Bahkan beberapa org sini (bule) yang gue kenal, pernah terang-terangan make jokes tentang orang asia, di depan gue! MEN!

Yang bilang rasisme udah sepenuhnya musnah itu boong.

Hidup sebagai umat muslim di Jerman lebih susah lagi. Mau sholat bingung kiblatnya kemana, mau nyari mesjid susahnya minta ampun. Gak kayak di Indonesia yang tiap pengkolan ada. Nolak alkohol dibilang cupu, giliran ngejelasin alasannya, malah mereka mengganggap keyakinan gue itu terlalu mengekang dsb. Yah beginilah hidup di tengah-tengah orang atheis.
Gue bukannya kesel ataupun marah ataupun sebel atau apalah. Ini cuma sekedar curahan hati aja kok. Cuma mau ngasih tau aja gimana rasanya jadi kaum minority (kalo kata Greenday).
Gak pernah gue ngerasa minder, atau menempatkan diri gue di bawah mereka. Gue tetep ngejalanin aktivitas seperti biasa. Gue tebel kuping aja sama orang-orang freak yang make fun dengan rasis ataupun agama gue. Tapi ya satu fakta yang gak bisa gue bantah adalah, gue disini adalah minoritas.
Mau jungkir balik nggak ngakuinpun, gue tetap minoritas.
Jadi minoritas ? Hmmm, gak enak. Pastilah. Tapi yaa pinter-pinter nempatin diri aja.

Toh karena gue jadi minoritas gue juga banyak dapet pengalaman kok. Mulai sekarang, kalo gue nanti balik lagi ke Indonesia tanah air beta, gue bakalan memaksimalkan fungsi mushola di tiap mall-mall dan pom bensin. :D

Dan buat kamu, yang pernah ngerasa bahwa ras mu itu lebih tinggi dibandingkan ras ras lain, your brain is not bigger than a peanut! I'm proud to be me, to be Indonesian and to be a Moslem.



July 13, 2009

all i need......





.......is just a shoulder to cry on







July 11, 2009

Untitled Post Again

......gw yakin kalo lo kuat disana & sooner or later lo pasti bakal bisa nemuin cara untuk enjoy your life there. Lo disana karena keputusan lo sndiri, jadi jangan mundur bung, walupun cuma satu langkah. Stay tough, lo bukan cewe yang lemah, so jangan lemahkan dirimu. Gimanapun beratnya nanti yang lo hadapin yakin aja klo lo pasti bs ngelwatinnya & lo pastinya nanti juga akan meraih banyak pengalaman berharga.......

(Ahmad Radinal, bei e-mail am 10.07.09 17:36 Uhr)




This is what I called a 'true friendship'. No matter how far we are, he always has the ability to support me and let me put my head on his shoulder. I thank you so much, Ceng, for always be 'here' ..





July 6, 2009

A Note From My Father

Hi De,
Big day .....
Setiap orang harus mengalaminya cepat atau lambat
Merayakan ulang tahun sendirian
Rasanya sooooooo lonely
Tapi disini banyak orang yang mikirin kamu
Semua sayang kamu
Meski fisiknya kagak dekat
Hatinya tetap dekat kamu
Selamat berkepala dua De
May God be with you, always.
Love,
Papa

(Mo, 29.06.09 01.36 AM)




I love u , and miss u so, papa ..


June 18, 2009

Hari Esok


aku cuma butuh kamu ...

aku cuma ingin pergi berlibur sama kamu ..

aku cuma mau tidur di kasur mamah tanpa membuatnya berantakkan ..

aku harus pergi bertemu temanku hari ini, dan esok mungkin ?

aku mau menonton dulu pertandingan itu ..

aku hanya ingin secangkir kopi untuk menemaniku begadang semalaman, oh aku suka kopi !

aku harus menelpon om-om dan tante-tante ku dulu ..

aku mauuu kembali lagi ke jatinangor, hanya untuk makan terong balado di warung nasi itu

aku cuma mau ke dokter gigi, aduuh sakit sekali gigiku ini ...

aku cuma ingin menonton film di bioskop, tentu saja bersamamu ..

aku ingin naik busway ke ancol, merasakan kembali petualangan itu, masih ingat ?

aku cuma ingin main PS sampe jempolku terasa nyeri dibuatnya ..

aku cuma ingin semua ini bisa kujalani dalam 1 hari ...




aku sangat ingin hari esok tidak cepat datang, itu saja ..............................


May 3, 2009

Catatan Mimpi Liar

mimpi 1 tahun ke depan

IP semester 4 min 3,3
menghasilkan minimal 60 tulisan skala kecil maupun besar, 15% nya ditulis dalam bahasa asing
punya tabungan tetap dgn nominal diatas 3 juta
mengunjungi allianz arena & eiffel tower
berat badan turun jadi 55 kilogram
olahraga minimal 2x seminggu
membaca minimal 200 buku/novel
menjuarai satu event olahraga
shalat 5 waktu diusahakan tidak ada yang bolong2
lancar membaca al-qur'an
hafal minimal 20 surat pendek al-qur'an
punya 1 gadget dengan uang sendiri
ikut menguasai bahasa Prancis dasar
mampu menyetir lancar mobil manual & motor kopling
mengikuti seminar & training jurnalistik
mengenal minimal satu jurnalis nasional
bungee jumping minimal 1 kali


mimpi 2 tahun ke depan

memiliki IPK minimal 3,5
menyelesaikan minimal 150 tulisan skala kecil maupun besar, 35% nya ditulis dalam bahasa asing
punya tabungan tetap dgn nominal diatas 5 juta
menerjemahkan minimal 1 buku Bahasa Jerman
menyelesaikan minimal 400 buku/novel, dan 50% nya buku/novel berbahasa asing
fasih berbicara dengan bahasa Jerman dan Inggris
kuliah dengan tidak menggunakan jatah bolos sama sekali
ke makam keluarga di Jogja dan Malang, backpacking sendirian.
mulai jadi pengajar untuk les minimal 1 murid
mengikuti 5 seminar, dalam dan luar kota
mempunyai 1 bisnis tetap
memiliki laptop dengan uang sendiri
mendaki 1 gunung
menjuarai 3 event olahraga
menjadi pribadi yang sadar bahwa shalat 5 waktu adalah kebutuhan
khatam al-qur'an
berat badan ideal
membentuk sebuah organisasi atau komunitas kegiatan positif di kampus
ikut dalam sebuah tim sukses/event organizer, dan mengadakan sebuah acara yang terbilang sukses
merasakan snorkeling dan sea-diving


mimpi 3 tahun ke depan

lulus dengan IPK diatas 3,3
menyelesaikan skripsi, dan sidang dengan huruf mutu A
sudah punya penghasilan tetap
bisa mengajak keluarga untuk liburan dengan tabungan sendiri
mempublikasikan 1 buah karya dalam sebuah media cetak nasional
ikut belajar 1 seni bela diri
mengikuti sebuah komunitas penulis nasional
menulis sebuah buku berbahasa jerman
belajar melukis
fasih berbahasa perancis dasar
menaklukan pulau lombok dengan backpacking
membuat 1 film dokumenter
khatam al-qur'an 3 kali dalam setahun
menjuarai minimal 1 lomba menulis
30% shalat dilakukan di masjid
memiliki sebuah paspor dengan minimal 10 lembar yang sudah di cap oleh bagian imigrasi


mimpi 4 tahun ke depan

berpenghasilan tetap diatas rata-rata teman seusia
melanjutkan studi di Johannes Gutenberg Uni, Mainz
fasih dalam 4 bahasa ( indonesia, inggris, jerman, perancis )
menginjakkan kaki di mekkah bersama keluarga
menguasai seni bela diri, teknik melukis, dan teori jurnalistik
mengajar bahasa jerman kepada minimal 5 org murid
mempublikasikan sebuah hasil karya dalam media cetak internasional
terjun langsung ke dalam dunia jurnalis nasional
ikut dalam sebuah komunitas politik
menjuarai sebuah event tentang menulis dan berbahasa
masih berolahraga minimal 1x seminggu
mendalami sebuah teknik olahraga yang belum pernah dicoba
mencoba terjun payung/sky-diving minimal 1 kali
menaklukan bunaken
menguasai teori teori gramatika bahasa jerman
30% shalat dilakukan berjamaah
khatam al-qur'an minimal sekali dalam 2-3 bulan


mimpi 5 tahun ke depan

menikah dengan seorang pria sholeh yang mencintai dan dicintai saya
berkarier di bidang jurnalistik dan karya tulis
memiliki prestasi gemilang di jerman
mengajak keluarga ke jerman
sudah dikenal sebagai salah satu penulis/jurnalis muda di indonesia
melangsungkan pernikahan di venice, itali
shalat malam dengan suami minimal 4x dalam sepekan
khatam al-qur'an sekali sebulan
naik haji dengan keluarga
membentuk sebuah komunitas keilmuan di jakarta
memiliki rumah sendiri


mimpi 6,7, dan 8 tahun ke depan

memiliki 3 anak yang sehat dan shaleh/shalehah
berkarier di sebuah media cetak National Geographic International atau Die Zeit
berlibur dengan keluarga ke Tokyo
menaklukan Jerman dan kota2 indah disana
membangun sebuah pesantren di cinere
mempunyai sebuah label sendiri
mengelola sebuah kafe kecil dalam bisnis keluarga
menerbitkan sebuah media cetak milik sendiri
menginjakkan kaki di minimal 5 dari 7 keajaiban dunia
memiliki sebuah kendaraan pribadi
membangun sesuatu yang sangat berguna untuk teman2 almamater
dapat ikut terjun langsung dalam persaingan jurnalistik dunia
membina keluarga yang warohmah dan mawadah
mengganti paspor baru, karena yang lama sudah penuh :)







tidak ada yang salah dengan mimpi kita. Sungguh, orang-orang besar mengukir namanya dengan tinta
kegemilangan sejarah bermula dari mimpi-mimpi mereka.
Aray, dalam kisah "sang pemimpi" dengan berani pernah mengatakan " Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu"



Orang yang tak pernah berani bermimpi adalah orang yang tak pernah berani untuk hidup.
biarlah mimpi itu melompat-lompat liar dalam imaji otakmu. setelah itu, tambatlah ia dengan tali kerja keras.
dan, sungguh, perhatikanlah, maka dunia akan segera menjadi milikmu, hanya karena mimpi liar itu.





You may say that I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one
(Imagine - John Lennon)